Desa Membangun Negeri
Minggu, 27 Sep 2020 08:36 WIB

Sisi Gelap Putri Penghuni Hutan Karet Kambitin

Reporter :  Koran Metro7
Editor :  Zulfahmi Dhamiri

 

Oleh: Erlina Effendi Ilas
(Ketua Yayasan Sayangi Sesama)

Siti Rahmah (35) tak pernah sangka jika kini suaminya pergi selamanya. Praktis setelah suaminya meninggal seolah ia pun kehilangan segalanya. Tak punya tempat tinggal dan sanak kerabat, Siti Rahmah akan berjibaku meneruskan hidup dengan seorang putrinya, Rina Wati (9) di sebuah gubuk di tengah hutan karet.

Tak ada penerangan di gubuk yang mereka tinggali. Jika malam hanya mengandalkan senter. “Pakai senter aja. Sekali isi batrai biasanya cukup buat tiga hari. Tapi setelah bapaknya Rina meninggal sering gak pakai lampu,” ujar Siti Rahmah.

Gubuk yang mereka tempati sejak bersama almarhum suaminya, Wandi, itu pun hanya tempat menumpang hidup. Mereka dapat tinggal di tempat itu karena mengerjakan sadapan karet pemiliknya. Jika tidak, mereka tak punya pekerjaan dan kediaman.

Suaminya meninggal di gubuk hutan karet itu. Penyakit maag, sesak nafas dan TBC akut membuatnya pergi meninggalkan istri dan seorang putri yang masih kecil di tengah hutan karet. Pernah satu ketika Wandi sakit keras hingga dijemput oleh relawan pemadam tanjung untuk dibawa ke rumah sakit. Wandi menolak.

Halaman: 1 2 3 4

CLOSE