oleh

Sumur Desa Kering, Pemdes Sibung Gunakan DD untuk Normalisasi Embung

TAMIANG LAYANG – Dari ratusan juta dana desa (DD) yang dikucurkan pemerintah pusat kepada pemerintah desa Sibung Kecamatan Raren Batuah kabupaten Barito Timur, sebagian dananya digunakan untuk normalisasi embung.

“Tahun ini kita mendapatkan dana desa dari pemerintah pusat Rp. 780 juta, dan sebagian kita gunakan dananya untuk normalisasi embung,” ungkap Reholelu selaku Kades Sibung kepada wartawan belum lama tadi.

Dirinya mengatakan, normalisasi embung tersebut bertujuan agar air di embung tersebut semakin bersih dan jernih karena setiap musim kemarau sumur maupun sungai yang ada di Desa Sibung hampir semuanya mengalami kekeringan.

“Kalau musim kemarau sumur dan sungai warga disini kekeringan, jadi kita berenesiatif melakukan normalisasi embung, sehingga masyarakat bisa dengan nyaman mandi di embung tersebut karena sudah dibersihkan dan dikeruk,” ucapnya.

Dirinya mengatakan, selain melakukan normalisasi embung, pemerintah desa juga membangun dermaga lengkap dengan kamar ganti pakaian.

“Didekat embung itu kita bangun juga dermaga, lengkap dengan kamar ganti, dengan demikian warga yang akan mandi bisa merasa nyaman,” jelasnya.

Dirinya mengungkapkan, normalisasi embung tersebut akan dianggarkan setiap tahunya menggunakan dana desa,

“Kita akan anggarkan setiap tahunya, baik itu pemeliharaan maupun untuk mempercantik lokasi embung tersebut sehingga embung yang luasnya kurang lebih sekitar 3 hektar tersebut menjadi bersih dan nyaman dipandang.

Apalagi lanjut kades, didekat embung tersebut terdapat objek wisata seperti liang punan. Dengan adanya normalisasi embung tersebut diyakini dapat meningkatkan daya tarik masyarakat untuk berkunjung ketempat tersebut.

Adapun besaran anggaran untuk normalisasi embung tersebut dijelaskannya kurang lebih Rp 130 juta.

“Tahun ini kita anggarkan melalui dana desa kurang lebih Rp.130 juta dan akan selalu kita anggarkan setiap tahunya, baik itu untuk pemeliharaan maupun untuk normalisasi embung selanjutnya,” pungkasnya (metro7/budi).