Desa Membangun Negeri
Selasa, 15 Sep 2020 22:58 WIB

Supatmi Warga Dikir Tuban, Nenek Sebatangkara Berjuang Melawan Stroke

Reporter :  M. Yasin Yusuf - Kab. Tuban, Jawa Timur
Editor :  M Ali Nafiah Noor

TUBAN, metro7.co.id – Supatmi (85) yang akrab disapa Mbah Patmi, nenek tua hidup sebatangkara asal Desa Dikir RT 05 RW 02, Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban, kini meringkuk tak berdaya di atas ranjang akibat penyakit stroke yang dideritanya sejak 2 minggu lalu.

Wanita kelahiran Tuban 30 Juni 1935 tersebut, sehari-harinya berjualan jajan di salah satu sekolah di Desa Dikir. Namun, setelah terkena stroke, ia tak bisa bicara dan tak mampu berbuat apa-apa.

Semenjak ditinggal mati suaminya, dia hidup sendiri, tak punya anak, keluarga, maupun sanak famili yang menemaninya. Lengkap sudah penderitaannya, di usia yang sudah senja dan sakit-sakitan dia harus bergulat melawan stroke dalam kesendiriannya.

Kehidupan yang begitu memilukan membuat tetangganya gotong royong membantu Mbah Patmi. Mulai dari gantian jaga dirumahnya, hingga iuran untuk membeli popok lansia dan kebutuhan sehari-hari.

Hal itu disampaikan oleh Ketua BPD Desa Dikir, Barno Abraham, yang menuturkan kepada metro7.co.id, bahwa kehidupan Mbah Patmi sangat memilukan.

“Kasihan mbah Patmi, sehari-hari dia hanya jualan jajan untuk anak-anak di sekolah dan TPQ. Dia tinggal sendirian, tak punya keluarga. Setelah terkena penyakit stroke sejak 2 minggu lalu, dia tak bisa bicara. Tetangganya yang merawatnya pun saling bergantian. Dan kemarin juga dibelikan popok sama tetangganya untuk memudahkan buang hajat,” tutur Pengurus Asosiasi BPD Kecamatan Tambakboyo tersebut.

Halaman: 1 2 3

CLOSE