oleh

Susun Standar Harga Barang dan Jasa, Diskominfo Gandeng BPS

-Kotabaru-688 views

KOTABARU – Dinas Komunikasi dan Informatika Kotabaru mengadakan rapat pembahasan draft standar harga barang dan jasa tahun 2020 bersama BPS Kotabaru, di ruang rapat Operation Room Setda, Rabu (21/8/2019).

Kepala Bidang Statistik pada Diskominfo Kotabaru H Sairin mengatakan membahasan draft harga barang dan jasa yang sudah di susun bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kotabaru, nantinya akan di gunakan pada tahun 2020.

“Kita bekerjasama dengan BPS dalam penyusunan draft ini, kepada SKPD diharapkan agar dapat segera mungkin menyampaikan usulan daftar harga barang dan jasanya ke Diskominfo,” kata dia.

Kasi Kerjasama dan Penerangan Statistik Diskominfo Pebriyanta Sitepu menambahkan untuk daftar harga yang didapat kominfo merupakan hasil dari usulan dinas-dinas, kemudian akan kembali disurvei oleh tim BPS.

Jika nanti ada perbedaan hasil survei dari dinas terkait dengan hasil survei dari tim Diskominfo dan BPS terlalu besar, Pebri mengatakan perbedaan itu akan kembali dibicarakan, agar mendapatkan harga yang sesuai.

“Ini merupakan rapat akhir sesuai kesepakatan bersama, kita sudah menjalankan mekanismenya, usulan akan kita tampung, suka tidak suka apabila ini sudah terbit harus menerima,” ujar Pebri.

Kepala BPS Kotabaru Sukma Handayani mengatakan untuk penyusunan publikasi SHBJ, sebelumnya pihaknya mendapatkan tawaran kerjasama dari Diskominfo, selanjutnya BPS menyusun rancangan kegiatan yaitu pengumpulan data. Sukma juga meminta masukan kepada SKPD terkait untuk melengkapi SHBJ tahun sebelumnya.

“Pengumpulan data ini hasil dari SHBJ lama dengan usulan –usulan baru yang kemudian dilakukan entri data dan dihitung serta dianalisis untuk perkiraan harga tahun 2020,” ujarnya.

Untuk harga tahun 2020, ia memastikan mengalami kenaikan untuk barang dan jasa yang tergantung dengan kondisi pasar, karena terjadi inflasi, serta kenaikan harga dari produsen.

“Kita sudah melakukan survei lapangan menanyakan kondisi harga pada tahun 2019, baik dari pedagang besar ataupun eceran, khususnya berada di Pulau Laut Utara,” pungkasnya. (metro7/rel).