Home / Covid-19 / Manggarai Barat / Nusa Tenggara Timur (NTT)

Sabtu, 11 Juli 2020 - 23:28 WIB

Tambah Satu Pasien Covid-19 Klaster Kapal Sangke Palangga

Reporter : Robert Perkasa - Kab. Manggarai Barat – NTT - Dibaca : 307 kali

 

MANGGARAI BARAT, metro7.co.id – Di masa new normal, kasus positif covid-19 terus bertambah di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur.

Dinas Kesehatan kabupaten Manggarai Barat melaporkan, selama sepekan ini, total dua kasus baru positif covid-19. Dua kasus tersebut merupakan Pelaku Perjalanan dari Makassar, klaster baru, yakni kapal Fery Sangke Palangga.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mabar, Pahlus Mami,SKM merincikan, Rabu (8/7/2020) pelaku perjalanan berinisial MGD (52) perempuan asal Kampung Rangat, Desa Wae Lolos, Kecamatan Sano Nggoang. Pada Hari ini, Sabtu (11/7/2020), YP (29) laki-laki dari Datak, Desa Golo Ronggot, Kecamatan Welak terkonfirmasi positif covid-19 berdasarkan hasil pemeriksaan swab Test Cepat Molekuler (TCM) di laboratorium RSUD Komodo.

MGD (52) dan YP (29) pelaku perjalanan dari Makassar, mantan penumpang kapal Fery Sangke Palangga.

“Pasien 018 inisial YP (29) laki-laki dari Desa Golo Ronggot, Kecamatan Welak. Lima tahun YP bekerja di Makasar. Selasa,
23 Juni 2020, YP tiba di Mabar. Jumat, 10 Juli 2020, YP menjalani rapid test di Puskesmas Datak, hasil reaktif. Pada hari ini, Sabtu, 11 Juli 2020 pemeriksaan TCM di RSUD Komodo, hasil Positif covid-19 dan sekarang sedang dirawat di ruang isolasi RSUD Komodo”, terang Paulus Mami menjawab metro7.co.id, Sabtu (11/7/2020) malam.

Paulus menyebutkan, penambahan satu pasien positif covid-19, maka total kasus positif Covid-19 di Kabupaten Manggarai Barat berjumlah 18 kasus. 10 pasien di antaranya dinyatakan sembuh Covid-19.

Tim survailance Dinas Kesehatan Mabar, kata Paulus Mami terus melakukan tracing (pelacakan) terhadap kontak erat pasien YP, yakni penumpang Kapal Sangke Pallangga yang tiba di Labuan Bajo pada Selasa, 23 Juni 2020 atau keluarga dan warga lainnya yang pernah berkontak setelah tiba di Desa Golo Ronggot.

“Kami berharap agar masyarakat kooperatif dan proaktfi melapor diri ke Puskesmas terdekat. Dia mminta para Camat dan kepala Desa untuk bersama Kepala Puskesmas (kapus) dan membantu tim surveilance melacak keberadaan keluaga atau masyarakat lainnya”, pinta Paulus Mami.

Dikonfirmasi terpisah, Sabtu (11/7/2020), Kèpala Puskesmas Datak, Benyamin Maunu Kefi,Amd.Kep membenarkan YP pernah menjalani Rapid Test di Puskesmas Datak dengan hasil Positif rapid test.

“Betul, kluster ini merupakan kluster baru dari Makassar. Kapal ini tiba di Pelni Labuan Bajo pada Selasa, 23 Juni 2020.
Untuk sementara, 12 total pelaku perjalanan dari Makassar tujuan ke Desa Golo Ronggot yang menumpang Kapal Fery Sangke Palangga,” jawab Benyamin.

Dia jelaskan, empat dari 12 pelaku perjalanan klaster kapal Fery Sangke Palangga sudah menjalani rapid test. Hasilnya, dua orang reaktif. Satu orang yang terkonfirmasi positif hari ini. Sedangkan satu orang lainnya akan menjalani TCM pada Senin (13/7/2020). Sembilan orang lainnya masih di rumah mereka di Desa Golo Ringgit dan akan menjalani rapid test pada Senin (13/7/2020).

Riwayat Pasien 018

Pasien 018 inisial YP (29) laki-laki berasal dari Datak, Desa Golo Ronggot, Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat.

YP pergi ke Makassar 5 tahun lalu. Dia bekerja di Makassar. Sebelum kembali ke Manggarai Barat, YP mengaku sudah rapid test di salah satu Rumah Sakit di Makasar dengan hasil Negatif atau Non Reaktif namun YP lupa tanggal rapid testnya.

Selasa, 23 Juni 2020, YP tiba di Labuan Bajo menggunakan Kapal Sangke Palangga. Jumat, 10 Juli 2020, YP menjalani rapit test di Puskesmas Datak dengan hasil reaktif (positif).

Sabtu, 11 Juli 1020, YP menjalani pemeriksaan swab TCM di RSUD Komodo. Hasilnya YP terkonfirmasi positif Covid-19.

“Diharapkan masyarakat agar kooperatif dan proaktfi untuk lapor ke puskesmas terdekat untuk dilakukan pemeriksaan dan para camat dan kepala Desa untuk bersama Kepala Puskesmas (kapus) dan tim surveilance membantu untuk melacak keberadaan keluaga atau masyarakat kita yang pernah kontak dengan PP dari manapun,” tegas Paulus Mami.

Riwayat Pasien 017

Minggu, 22 Maret 2020, MGD pergi ke Makasar. Tujuan untuk wisuda anak.

Jumat, 19 Juni 2020, MGD menjalani rapid test di Makasar hasilnya negatif (non reaktif).

Selasa, 23 Juni 2020, MGD pulang ke Kabupaten Mabar menggunakan kapal Sangkepalangga.

Sabtu, 27 Juni 2020, MGD menjalani rapid test kedua di Puskesmas Werang. Hasil reaktif.

Selasa, 30 Juni 2020 MGD masuk rumah karantina terpadu Pemkab Mabar di Labuan Bajo.

Rabu (8/7/2020) menjalani Test Cepat Molekuler (TCM) di RSUD Komodo dengan hasil positif covid-19. ***

Share :