oleh

Tapin Maraknya Pencurian dan Rampok

Rantau  –  Warga Desa Mandurian, KecamatanTapin Tengah, Kabupaten Tapin melakukan ronda malam menyusul isu maraknya pencurian dan perampokan di wilayah KabupatenTapin (18/9) malam.  Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya pencurian dan perampokan.
Menurut sumber yang di temui Metro7, di Desa Mandurian Hulu telah terjadi kasus pencurian satu buah handphone, di saat penghuni rumah tidak berada di rumah.
Dan di desa Bakarangan, Kecamatan Bakarangan  terjadi kasus perampokan terhadap Ibu Bariah (35) warga desa Gadung.
Pedagang ikan yang mau berangkat ke pasar Rantau, uang yang di bawa telah di rampas kawanan perampok. Korban melakukan perlawanan, sehingga korban dilarikan ke RSUD Datu Sanggul, ujar Reza (25) salah satu petugas ronda malam.
Atas kesadaran semua warga di karenakan isu maraknya pencurian dan perampokan warga sepakat untuk membentuk jadwal ronda malam secara bergiliran yang akan dilakukan setiap warga masyarakat dengan anggota 10 sampai dengan 15 orang di lengkapi senjata parang, bambu, dan kayu.
“Kita menduga pelaku memiliki ilmu hitam. Namun tentunya  ada pantangan  dan larangnya. Inilah yang sedang kita pikirkan untuk menaklukkannya.Sehingga ada efek jera dan bisa ditangani pihak penegak hukum,” jelasnya.
“Malam ini beberapa warga juga telah siap berjaga-jaga untuk memantau perkembangan dan mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” tambah Reza.
Di karenakan susahnya masyarakat mengungkap dan menangkap para pelaku, dengan isu yang beredar para pelaku saat di kepung bisa menghilang, maka seluruh desa dan kelurahan di Rantau mengaktifkan ronda jaga malam.
Tidak hanya itu, warga Desa Kepayang, KecamatanTapin Tengah mengaktifkan pos ronda malam seperti yang di lakukan warga Desa Mandurian. Menurut Sofianoor (25) wargaRt 02 Desa Kepayang yang ikut jaga di pos ronda malam (18/9).
Meskipun di desa mereka belum ada warga yang mengalami perampokan dan pencurian. Petugas ronda malam di Desa Kepayang antara 10-20 orang dalam setiap malam, warga hadir dengan kesadaran mereka untuk menciptakan suasana tenang dan aman.
”Jika pos kamling memang akan diaktifkan, maka saya mengharapkan Pemerintah Desa jangan hanya diam juga, jika kedapatan ada yang melakukan pencurian, langsung saja dibawa kepihak yang berwenang, supaya para pencuri tersebut jera,”kata Sofianoor.
Untuk pemerintah hendaklah memberikan penghargaan kepada pos ronda malam yang selalu aktif dalam menjaga keamanan di daerahnya masing-masing, sehingga pos ronda malam ini terus berlangsung bukan karena adanya isu-isu kriminal saja. Metro7/Wnd