Desa Membangun Negeri
Selasa, 22 Sep 2020 19:19 WIB

Terkendala Jaringan, 70 Persen Siswa di SMAN Pematang Karau Belajar Secara Luring

Reporter :  Budi Irawan - Kab.Barito Timur Kalimantan Tengah
Editor :  Zulfahmi Dhamiri

 

TAMIANG LAYANG, metro7.co.id – Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri Pematang Karau Kabupaten Barito Timur Provinsi Kalimantan Tengah terapkan dua metode dalam proses belajar mengajar dirumah.

Kepala Sekolah SMA Negeri Pematang Karau Lishawati melalui Kepala laboratorium Ardita .W. Kusuma mengatakan bahwa pihaknya menerapkan sistem pembelajaran daring dan Luring karena wabah Covid 19 belum hilang.

Hal itu diungkapkanya dilakukan untuk mengantisipasi  penyebaran wabah virus Covid 19 di SMA Negeri Pematang Karau.

“Kita terapkan dua metode pembelajaran, yakni luring dan daring,” ucapnya Selasa 22 September 2020.

Dirinya mengungkapkan, dari total 284 siswa  di SMA Pematang Karau hanya ada beberapa siswa saja yang belajar secara daring. Hal itu dikarenakan terbatasnya jaringan yang ada di tempat tinggal para siswa.

“Pembelajaran dengan sistem luring hampir 70 persen, itu dikarenakan jaringan yang tidak ada di tempat para siswa,” ungkapnya.

Padahal, lanjutnya, seandainya jaringan sudah tersedia disemua desa tentu pembelajaran secara daring akan dilakukan kesemua siswa, karena pihak sekolah sudah menyediakan Tablet bagi siswa yang tidak mempunyai ponsel, sehingga dapat mengikuti pembelajaran secara daring.

Halaman: 1 2

CLOSE