Desa Membangun Negeri

Home / Tanjung (Tabalong)

Sabtu, 4 Januari 2020 - 08:25 WIB

Tiga Tahun Berjalan, Bumdes Desa Harus Sukses Jalankan Usaha

Reporter : Koran Metro7 - Dibaca : 6 kali

TANJUNG – Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) di Desa Harus Kecamatan Muara Harus Kabupaten Tabalong boleh dikatakan salah satu usaha desa yang cukup Sukses menjalankan usahanya.

Dimana mulai didirikan sekitar tahun 2017 lalu dengan nama Bumdes Karya Bersama, ada tiga kegiatan jenis usaha yang dijalankan yaitu unit usaha menjahit pakaian, sarana produksi pertanian dan mini market.

Awalnya Bumdes Karya Bersama ini pendanaan modal awal didukung melalui dana desa sebesar Rp 80 juta dan untuk pelaksanaan pengaturan kegiatan usaha ini sepenuhnya diserahkan kepada Pengurus Bundes.

Sampai sekarang ini dengan modal awal sebesar Rp 80 juta Bumdes Karya Bersama Desa Harus bisa ekses menjalankan kegiatan usahanya.

Kepala Desa Harus Rahmani saat ditemui awak media ini baru-baru tadi menjelaskan untuk modal awal Bumdes Karya Bersama didukung melalui Alokasi Dana Desa (ADD) tahun 2017 sebesar Rp 80 juta, dan untuk pelaksanaan menjalankan kegiatan usaha sepenuhnya diserahkan kepada pengurus Bumdes.

Sejak awal Bumdes didirikan hingga sekarang ini kiprah keberadaannya sebagai Badan Usaha Milik Desa dapat dirasakan dampak positifnya bagi masyarakat Desa Harus dimana dengan adanya Bundes, masyarakat Desa Harus bisa terlayani dalam kebutuhan sarana berupa obat-obatan untuk pertanian, serta kebutuhan bahan pokok sehari-hari.

Sementara Ketua Bumdes Karya Bersama Humaidi mengatakan di Mini Market menyediakan sembako dan bermacam kebutuhan rumah tangga, disamping juga menjual bermacam sarana produksi pertanian ternasuk benih dan bibit, selain itu juga nenyediakan loket layanan jasa pembayaran rekening Listrik dan PDAM.

Sampai dengan tahun 2019 ini tercatat bulan November lalu Bumdes Karya Bersama telah berhasil menyalurkan 20 % keuntungan untuk pendapatan desa sebesar Rp 3 juta, dengan total hasil keuntungan sebesar Rp 15 juta.

Pembagian keuntungan yaitu 40% untuk pengelola Bumdes, 30% untuk penambahan modal usaha, 20% untuk disetorkan ke kas desa, dan 10% untuk operasional.

Diakuinya pihaknya juga telah mendapatkan bantuan dana dari kementerian senilai Rp 50 juta, karena salah satu Bumdes yang terpilih sebagai Bumdes berprestasi melalui berbagai sisi penilaian.

“Bantuan dana sebesar Rp 50 juta ini kami belikan sebuah mobil pick up untuk keperluan operasional Bumdes,” kqtanya. (metro7/via).

Share :