oleh

Tradisi Mappanretasi, Miniatur Kapal Pinisi Dilarung di Laut Teluk Tamiang

-Kotabaru-506 views

KOTABARU – Tradisi Mappanretasi di Desa Teluk Tamiang, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan Tanjung Selayar dilaksanakan secara turun temurun.

Kepala Desa (kades) Teluk Tamiang Borahim mengungkapkan tradisi ini sudah ada di awal – awal kemerdekaan. Warga suku bugis setempat merayakannya setiap tahun.

Terhitung sejak tahun 2015 barulah pemerintah daerah mulai terlibat dalam perayaan.

Begitu juga dengan tahun ini pemda bersama warga Desa Teluk Taming kembali menghelat pesta laut ini, Minggu kemarin. Namun tradisi Mappanretasi disini bukan seekor kepala kerbau yang dilarungkan (dilarutkan) melainkan sebuah miniatur Kapal Pinisi.

Iring -iringan kapal mengawal sebuah kapal yang membawa miniatur tersebut. Kemudian Sekda Said Akhmad bersama ketua DPRD Syairi Mukhlis dan nelayan melarungkan kapal pinisi ke tengah laut.

Menurut Borahim makna dari miniatur kapal pinisi adalah sebagai simbol salah satu kendaraan laut para nelayan nenek moyang suku bugis yang tahan dan tangguh mengarungi lautan.

Kapal hanya menggunakan layar dalam mencari rezeki, baik untuk digunakan menangkap ikan dilaut, berdagang, merantau ke pulau- pulau dan benua, ataupun membantu orang lain dalam penyebrangan.

“Dengan simbol perahu pinisi, diharapkan para nelayan dapat keselamatan dalam mencari rezeki ikan di laut dengan mengunakan perahu terbuat dari kayu,” katanya

Tradisi ini, warga juga memanggang ikan di pantai, ikan disumbangkan oleh para nelayan, sebagai rasa syukur kepada Allah SWT dengan adanya rezeki berupa ikan yang diperoleh para nelayan selama 1 tahun.

Di moment ini Sekda Said Akhmad berharap pesta laut sebagai perekat silaturahmi antar pemerintah daerah dengan masyarakat nelayan yang ada di Desa Teluk Tamiang, sehingga tercipta rasa kebersamaan dan persaudaraan yang kuat membangun dan berjuang menjadikan Kabupaten Kotabaru semakin maju dan sejahtera.

“Mari bersama-sama kita jaga kegiatan ini agar generasi-generasi penerus kita mengenal tradisi adat istiadat dan budaya daerah sebagai perjalanan sejarah dalam membangun masa depan yang lebih baik,” tandasnya.

Diakhir Sekda bersama nelayan melepas benih ikan bawal dan kakap putih ke laut. (metro7/syn).