Desa Membangun Negeri
Sabtu, 23 Jan 2021 21:34 WIB

Yunanto: Wartawan Karbitan, Bonek Tidak “Melek” Hukum

Reporter :  Koran Metro7
Editor :  M Ali Nafiah Noor

KABUPATENMALANG, metro7.co.id – Semakin banyak insan jurnalis di jagat pewartaan. Kehadiran mereka mencolok di dunia media massa siber atau media online. Hal yang memprihatinkan, mereka lahir sebagai wartawan karbitan.

Terminologi “wartawan karbitan” tersebut dilontarkan
Yunanto dalam percakapan dengan jurnalis media ini. Wartawan senior di Malang Raya itu mengaku prihatin terkait dengan peristiwa sejumlah oknum wartawan “menayangkan” pornografi di sebuah grup WhatApp (WA).

Mantan wartawan harian sore “Surabaya Post” (1982 – 2002) itu meyakini, wartawan karbitan pasti tidak “melek” hukum. “Melek” dalam arti mengerti da memahami hukum positif (undang-undang).

“Biasanya, wartawan karbitan tidak memiliki bekal Ilmu Publisistik Praktika, yaitu Jurnalistik, sebagaimana mestinya. Boleh jadi sekadar ikut diklat jutnalistik pun tidak pernah,” kata alumnus Sekolah Tinggi Publisistik di Jakarta itu.

Oknum wartawan karbitan dimaksud, oleh kakek dua cucu ini dikelompokkan ke dalam kelompok wartawan bonek (bondo nekat). Lazimnya, mereka berpembawaan kemlinthi, pethita-pethithi dan sok jagoan dalam konotasi serta kontek jagat publikasi media massa. Padahal, faktualnya zonk.

Halaman: 1 2 3

 
CLOSE
Lewat ke baris perkakas