BANJARMASIN, metro7.co.id – Mengatasnamakan sebagai Aliansi Masyarakat Kota Banjarmasin Pejuang Demokrasi, lebih dari 20 massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Jalan Lambung Mangkurat, Banjarmasin, Senin (1/4) sore.

Meskipun di bawah guyuran hujan, massa yang berada di depan kantor DPRD itu tidak menyurutkan semangatnya untuk menyuarakan penolakan atas rencana hak angket DPR pada Pemilu 2024.

Koordinator Lapangan Aksi, Eka Yuliansyah, dalam orasinya mengatakan, menolak hak angket, menolak pemilu ulang juga menolak pemakzulan presiden.

Dan dikatakannya Eka lagi, hak angket DPR merupakan upaya jalan pintas partai politik membangun dan mengembangkan berbagai narasi serta asumsi untuk memprovokasi rakyat, katanya.

Ia pun menunding hal tersebut senada dengan permohonan yang disampaikan Paslon 01 dan 03 di MK, yang banyak menggiring opini dan narasi yang bangun dan dikembangkan seakan-akan apa yang telah menjadi pilihan rakyat Indonesia merupakan hasil dari kecurangan dan bansos (bantuan sosial).

“Ini sangat menyakitkan dan melukai rakyat yang sudah menentukan pilihannya, karena menafikan hak rakyat,” katanya.

Ia pun mengklaim bahwa Pemilu 2024 di juga berjalan dengan baik, pemilu yang aman dan damai hanya ada di tanah air.

Dengan berbagai kearifan suku, bahasa, dan budayanya, luar biasa kita bisa melaksanakan pemilu dengan aman damai, dan tentram. Ga gampang pemilu ini.

“Harapannya masyarakat tetap menghormati hasil Pemilu 2024 yang telah ditetapkan oleh KPY, dan mempersilakan pihak yang keberatan dengan hasil Pemilu untuk menempuh jalur sesuai ketentuan, apabila menemukan adanya indikasi kecurangan,” ujarnya.

Kabag Tata Usaha dan Keuangan Sekretariat DPRD (Setwan) Kalsel, Riduansyah menemui para aksi mengatakan, bahwa para anggota dewan sedang melakukan sosialisasi Perda (Sosper).

“Kami berjanji, akan menyampaikan Aspirasi dan pernyataan sikap kepada pimpinan yang selanjutnya akan diteruskan kepada ke komisi terkait,” tutupnya.