BARABAI, metro7.co.id – Pemkab Hulu Sungai Tengah (HST) melalui Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) membuat program inovasi bersama secara kolaboratif dengan lintas Satuan Kerja Perangkat Daerah (SOPD) dengan membentuk Desa Wisata.

Pembentukan Desa Wisata Aman Nyaman dan Maju (Dewi Ayu) itu diformalkan dalam bentuk penandatanganan pakta integritas lintas SOPD di hadapan Bupati HST H Aulia Oktafiandi, di sela apel gabungan, di depan kantor Bupati setempat, Senin (11/12).

Kesepakatan itu ditandatangani oleh Plt Kadisporapar M Ramadhan, Kadis PMD H Fajaruddin, Kepala Bappelitbangda Muhiddin, Camat Batu Benawa Jayadi, Camat Limpasu Musrifani, Pembakal Desa Baru Syarifuddin dan Pembakal Limpasu Sutomo.

Plt Kadisporapar, M Ramadhan mengatakan, pembentukan Desa Wisata itu merupakan upaya untuk percepatan pembangunan di bidang pariwisata berbasis partisipasi dan pemberdayaan masyarakat desa.

“Sebagai percontohan, sementara kita bangun dua Desa Wisata, pertama di Desa Baru yang dikenal dengan keindahan alam, ada Pulau Mas dan Riam Bajandi. Kedua di Desa Limpasu, menawarkan pesona desa dan wisata Puncak Gunung Titi,” ujarnya.

Menurutnya, Desa Baru dan Limpasu tersebut berkomitmen kuat untuk menjadi Desa Wisata yang maju.

“Selain Pokdarwis dan Bumdes, kedua desa itu aktif, pemerintahan desanya juga telah membangun fasilitas pariwisata dan menganggarkan pengembangan Desa Wisata, sebab itu Disporapar bersama SOPD terkait lainnya akan mengawal dan memberikan pembinaan yang optimal demi kemajuan dan perkembangan kedua desa wisata rintisan itu,” tambahnya.

Ke depan, bebernya, akan dibentuk tim lintas SOPD terkait lainnya untuk peningkatan kemajuan dan perkembangan Desa Wisata di segala aspek.

“Hal ini sejalan dengan arah kebijakan Bupati HST yang memprioritaskan pembangunan sektor pariwisata secara inklusif dan berkelanjutan, sebagai upaya meningkatkan kunjungan wisata yang diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Desa Wisata sendiri diartikan sebagai desa yang dijadikan tempat wisata karena daya tarik yang dimilikinya, terintegrasi antara atraksi, akomodasi dan fasilitas pendukung. Desa Wisata disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku.