BARABAI, metro7.co.id – Bagi Muhammad Nuzla Wardana (22), kini menjadi peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) semakin mudah.

Hal ini ia ungkapkan saat menggambarkan bagaimana kualitas layanan yang diperolehnya sebagai peserta Program JKN baru-baru ini.

Pria yang akrab disapa Dana ini menjelaskan salah satu alasan yang membuatnya berkesimpulan demikian adalah berkat hadirnya Aplikasi Mobile JKN yang menurutnya sangat memudahkan dirinya.

Dana mengungkapkan, dengan adanya Aplikasi Mobile JKN ini membuat seluruh kebutuhan sebagai peserta BPJS Kesehatan kini bisa diakses melalui smartphone saja yang tentu sangat memangkas kebutuhan waktu dalam memperoleh pelayanan.

“Hadirnya aplikasi ini saya anggap sebagai sebuah terobosan jitu dari BPJS Kesehatan yang menjadi pihak penyelenggaran Program JKN ini karena kini bagi saya Program JKN bisa semakin dengan dengan kami para pesertanya melalui aplikasi ini, khususnya bagi saya yang merupakan kaum milenial,” ungkapnya.

Menurutnya, Aplikasi Mobile JKN sangat mendukung mobilitasnya sebagai anak muda untuk stay updated dengan perkembangan informasi khususnya tentang jaminan kesehatannya.

Selain itu, dengan kemudahan yang diberikan dari aplikasi ini Dana menyebut peserta JKN tidak perlu khawatir lagi tidak terinfokan akan keaktifan status kepesertaan mereka.

“Kan ada fiturnya menu Info Peserta yang bisa kita gunakan untuk melakukan pengecekan status kepesertaan kita pada program ini, informasinya juga sangat jelas dicantumkan mulai dari keaktifan, segmen kepesertaannya hingga data diri kita sehingga kita bisa melakukan pengecekan apakah ada ketidaksesuaian disana,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dana menyebutkan, apabila menemui ketidaksesuaian dan memerlukan perbaikan atau perubahan, kini dirinya juga bisa melakukan perubahan melalui aplikasi tersebut.

“Memang masih terbatas ya pada perubahan data berupa email atau nomor HP misalnya, tapi menurut saya ini sudah sebagai fitur yang sangat memadai dan menjadi fasilitas bagi saya karena kadang kan seperti nomor HP itu bisa berubah-ubah, jadi kalau bisa langsung diperbaiki via aplikasi ini juga kan sangat mudah jadinya. Selain itu, saya juga beberapa kali melakukan perubahan FKTP karena berkaitan dengan mobilitas, dan semuanya saya lakukan cukup melalui aplikasi dan cukup dari rumah saja,” jelasnya.

Dana merupakan peserta BPJS Kesehatan yang tergabung pada segmen Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU). Baginya sangat penting untuk tergabung sebagai peserta BPJS Kesehatan karena walaupun dirinya tidak pernah sakit dan selalu menjaga pola hidup sehat dalam kesehariannya.

“Sebenarnya saya dulu pernah terdaftar sebagai tanggungan dari orang tua saya yang seorang Pegawai Negeri Sipil, tapi karena usia saya yang sudah lebih dari 21 tahun dan saya sudah lulus kuliah makanya tidak ditanggung lagi kan ya, jadi saya memutuskan untuk tetap terdaftar dengan berubah menjadi segmen mandiri yang berbayar sendiri,” sambungnya.

Ia juga menjelaskan, meski dirinya sendiri tidak pernah secara langsung menggunakan BPJS Kesehatan untuk periksa di FKTP maupun FKRTL. Namun, Dana menyebut kedua orang tuanya pernah menggunakan untuk memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan baik tingkat pertama hingga tingkat lanjutan.

“Sejauh pengalaman kami menjadi peserta BPJS Kesehatan dan kebetulan orang tua saya pernah menggunakan sampai ke rumah sakit, kami mendapati pelayanan yang sangat baik dan penjaminan yang diberikan juga sangat memuaskan. Salah satu kunci yang menjadikan kepuasan bagi kami yakni kemudahan dan kecepatan pelayanan yang diberikan tanpa mempersyaratkan adanya pengumpulan berkas atau iuran tambahan dari keluarga kami,” tutupnya.