BATULICIN, metro7.co.id — Menjelang Natal 2022 dan Tahun Baru 2023 (Nataru) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Bumbu kembali mengikuti Rapat Koordinasi Mingguan Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, di digital live room kantor bupati, kemaren.

Dihadiri Staf Ahli Bupati Ir. H. Riduan dan Mahriyadi Noor, Kepala Gudang Bulog, BPS Tanah Bumbu, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Inspektorat, Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi Usaha Mikro, Dinas Perdagangan (DKUMP2), Bappeda Litbang dan Bagian Perekonomian Setda.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyampaikan, menjelang perayaaan Nataru, beberapa langkah pengendalian inflasi disetiap daerah perlu dilakukan, diantaranya monitoring terhadap inflasi.

“Tingginya permintaan barang dan jasa untuk perayaan Nataru berpotensi menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa,” kata Mendagri Tito seperti dikutip metro7.co.id dari radio-swarabersujud.com.

Melihat situasi tersebut, lanjut Tito, perlu pemantauan inflasi secara intensif baik secara nasional oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah untuk mengendalikan inflasi di daerah masing-masing.

Ia meminta, Pemerintah Daerah agar melakukan monitoring dan pengawasan sampai dengan pergantian tahun, serta berkolaborasi antar berbagai pihak dengan memastikan ketersediaan pasokan, stabilisasi harga dan komitmen pelaku usaha untuk menjaga Nataru tetap konduktif.

Sementara itu, Deputi Bidang Statistika Distribusi dan Jasa, Setianto mengungkapkan bahwa beberapa komoditas terpantau mengalami kenaikan harga dan berpotensi menyumbang inflasi dibulan Desember.

“Sampai dengan minggu ke-3 bulan Desember, tercatat bahwa cabai merah mengalami inflasi di 153 Kabupaten/Kota, bawang merah di 116 Kabupaten/Kota, dan beras di 102 Kabupaten/Kota,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil Indeks Pantauan Harga (IPH), beberapa komoditas lain seperti cabai rawit, daging ayam ras, telur ayam ras di beberapa Kabupaten/Kota mengalami tren kenaikan harga.

Berpotensi kenaikan sampai akhir tahun, karena permintaan untuk peringatan Nataru, pada beberapa bahan pangan yang mengalami kenaikan harga ini, perlu untuk terus dipantau dan diwaspadai.

Beberapa daerah terindikasi akan menyumbang potensi inflasi dengan kenaikan Indeks Pantauan Harga (IPH), diantaranya di Sumatera, Kalimantan, dan Papua, dengan angka kenaikan inflasi sebesar 2,5% sampai dengan 3%.

Sebagai langkah mengatasi inflasi, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi, menginstruksikan untuk secara massif kembali menggerakkan pangan murah pada setiap Pemerintah Kabupaten/Kota untuk mendorong stabilisasi harga.