PONTIANAK, metro7.co.id – Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Kalimantan Barat (Kalbar) bekerjasama dengan Inspektorat Wilayah Kalbar menggelar sosialisasi aksi pencegahan korupsi, di Rumah Radakng, Pontianak, Sabtu (9/4).

Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Kalbar, H Syarief Abdullah Alkadrie mengapresisi kegiatan itu, menurutnya perlu pemahaman di semua lapisan masyarakat dan stakeholder, bagaimana dalam pencegahan korupsi itu bisa di minimalkan.

Pencegahan dan pemberantasan korupsi sudah menjadi komitmen bangsa Indonesia, komitmen ini ditunjukkan dengan penyelenggaraan pemberantasan tindak pidana korupsi secara represif dengan menegakkan Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi serta dengan membentuk lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Ada tiga poin utama menjadi pegangan dalam kehidupan kita untuk memerangi korupsi,¬†yaitu korupsi adalah musuh kita, korupsi bukan tradisi kita, korupsi bertentangan dengan ajaran agama,” jelasnya.

Sebagai sebuah organisasi kepanduan, Pramuka memiliki peran yang strategis dalam menyelenggarakan pendidikan di luar sekolah bagi anak-anak hingga remaja.

“Dalam praktiknya, Pramuka merupakan kurikulum wajib yang diselenggarakan oleh setiap jenjang pendidikan, mulai dari tingkat siaga hingga pandega. Implementasi nilai-nilai yang sesuai dengan janji atau darma Pramuka bisa digunakan sebagai salah satu wahana pendidikan anti korupsi,” harapnya.

Turut berhadir, Ketua Kwartir Gerakan Pramuka Kalbar H Syarief Abdullah Alkadrie, Inspektorat Kalbar, Dra Marlyna, Rektor Universitas Tanjung Pura, Prof Dr H Garuda Wiko, Sekretaris Kwartir Gerakan Pramuka Kalimantan Barat, Iwan Gunawan, serta pengurus Kwartir Gerakan Pramuka Kalbar.