JAKARTA, metro7.co.id – Program pendidikan Green Leadership Indonesia (GLI) Batch 3 secara resmi telah dibuka oleh Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia (RI), Siti Nurbaya Bakar, Sabtu (30/9), di Jakarta.

Sebanyak 427 pemuda dari berbagai penjuru Indonesia turut bergabung dan menjadi peserta program tersebut. Mereka selama beberapa bulan ke depan belajar dan ditempa menjadi pemimpin berperspektif keadilan sosial dan ekologis.

Menteri LHK Siti Nurbaya menyampaikan, suatu bentuk kegembiraan baginya atas mulai meluasnya gagasan kepemimpinan hijau di kalangan generasi muda di Indonesia.

Begitu pula dengan ada banyak sekali upaya peduli lingkungan hidup oleh orang muda yang mulai bermunculan di berbagai belahan dunia.

“Program ini diharapkan dapat menjadi ruang berprosesnya para calon pemimpin hijau masa depan. GLI ini merupakan ruang bertumbuh dan wadah bagi generasi muda untuk bertukar pengetahuan dalam melakukan perlindungan, pengelolaan, dan pemulihan lingkungan hidup di seluruh Indonesia,” harapnya melalui video conference.

Menteri Siti Nurbaya mengaku, mengikuti telah banyak alumni GLI batch 1 dan 2 yang telah melakukan inisiatif baik pasca pendidikan di wilayah masing-masing.

Ada Green Public Interest Lawyer, Gerakan Indonesia dan Dunia 2050, Green Youth Movement yang mendidik para remaja menjadi Green Ambassador, dan pilot project Laboratorium Pemulihan Sosial, Ekonomi, serta banyak upaya mandiri dan kolektif lainnya.

“Pelibatan generasi muda yang bermakna sangatlah penting. Kaum muda harus mengambil peran dalam menjaga lingkungan ditengah terjadinya berbagai isu kerusakan lingkungan seperti perubahan iklim, kehilangan keanekaragaman hayati, hingga meningkatnya pencemaran,” tegasnya.

Saat ini, GLI telah mencapai di tahun ketiganya. Pada tahun pertama GLI telah mewisuda 118 Green Leaders, tahun kedua mewisuda 207 Green Leaders, dan di tahun ketiga ini ada 427 Green Leaders yang akan belajar terkait prinsip-prinsip keadilan sosial dan ekologis yang diharapkan dapat memperkuat gerakan keadilan sosial dan ekologis di Indonesia.

Project Officer GLI Batch 3, Seto Ferdiantoro menjelaskan, pendidikan GLI ini memiliki tujuan untuk memfasilitasi tumbuhnya pemimpin dengan perspektif keadilan sosial dan ekologis.

“Program ini menjaring calon pemimpin yang berasal dari berbagai latar belakang agar semua segmen dalam masyarakat memiliki pemimpin yang berperspektif hijau dan memiliki keberpihakan nyata bagi penyelamatan dan pelestarian lingkungan hidup,” terangnya.

Seto mengatakan, setelah melalui dua tahapan proses seleksi, terdapat 427 calon pemimpin yang telah dinyatakan lulus menjadi peserta GLI Batch 3 yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

Mereka merupakan para pemuda berusia 18-27 tahun yang memiliki ketertarikan terhadap isu-isu lingkungan hidup, serta memiliki komitmen untuk mengikuti program ini selama beberapa bulan ke depan.

“Semoga berjalannya program GLI Batch 3 ini dapat melahirkan para pemimpin masa depan sesuai harapan kita bersama,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah GLI, Chalid Muhammad mengatakan, program ini hadir buah dari kolaborasi Institut Hijau Indonesia (IHI), Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI), Perkumpulan untuk Pembaruan Hukum Berbasis Masyarakat dan Ekologis (HuMa), serta didukung penuh oleh Kementrian LHK.

“Kami percaya melalui pendidikan ini akan melahirkan pemimpin yang sangat keren,” ujarnya.

Chalid berharap, melalui program pendidikan GLI ini dapat memberikan inspirasi di Indonesia maupun Dunia. Terlebih, dari GLI sendiri sudah dua kali mengirimkan delegasinya untuk berbicara pada Conference of The Parties (COP) 26 di Glasgow dan COP 27 di Mesir.

“Terima kasih kepada teman-teman OC yang beberapa bulan terakhir bekerja sangat keras sekali untuk menyiapkan pendidikan ini. Selamat kepada para leaders yang dinyatakan lulus pendidikan GLI 3. Semoga GLI yang ketiga ini nantinya juga bisa mengirimkan delegasi ke COP 28 di Uni Emirat Arab,” tutupnya.