BEKASI, metro7.co.id – Pasca terpilihnya kepengurusan Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Sukakarya masa khidmat 2020 – 2025. mulai menyusun program kerja.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Kecamatan Sukakarya KH Saputra Al – Masyhabi, mengatakan, MUI sebagai pelayan umat, karena itu program-program MUI harus menjawab masalah yang dihadapi umat ada tiga trobosan awal yang akan dilakukan.

Pertama MUI Kecamatan Sukakarya akan membentuk pengurus MUI tingkat Desa.

Kedua, MUI akan mengadakan kunjungan pengajian rutin di setiap masjid atau majlis ta’lim dan bersilaturahmi ke tokoh agama,(para kyai ,ulama , ustadz ) dan tokoh masyarakat.

Ketiga MUI Kecamatan akan sosialisasi mengenai tata cara bacaan pemotongan ayam atau hewan secara syar’i.

Hal itu disampaikan Ketua MUI KH Saputra Al – Masyhabi saat bincang bareng bersama metro7.co.id , Kamis (13/08/20) di depan Kantor Desa Sukaindah Kecamatan Sukakarya kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Dijelaskan Ketua MUI, adanya keluhan warga masyarakat yang merasa khawatir saat membeli ayam potong di tempat dan tentang tata cara bacaan memotong ayam secara syar’i.

Karena itu, pengurus MUI Kecamatan Sukakarya akan mengadakan sosialisasi mengenai tata cara bacaan pemotongan ayam secara syar’i dengan mendatangi tempat pemotongan ayam di wilayah Kecamatan Sukakarya.

Kemudian, lanjut Ketua MUI pihaknya akan gunakan media seperti, stiker atau buku panduan tentang tata cara memotong yang baik dan benar.

“Dengan media tersebut nantinya bisa menjadi panduan atau pegangan penjual ayam potong dalam menjalankan usahanya , sehingga pembeli merasa nyaman dan tidak khawatir lagi,” terangnya.

Ia berharap MUI Kecamatan Sukakarya kedepan akan mengedepankan keutamaan dibandingkan kepentingan pribadi atau golongan demi umat dan masyarakat khususnya di wilayah kecamatan Sukakarya.

“Dan kita akan menyusun program kelanjutan. Semoga semua pihak dapat bekerjasama,” harapnya. *