Malaka, Metro 7.co.id  – Dalam lawatannya di kabupaten Malaka untuk melakukan panen jagung dan panen garam perdana di dua lokasi yang berbeda, yakni kebun jagung  di desa rabasa kecamatan Wewiku dan garam industri pada PT IDK di desa rabasa wemean kecamatan Malaka barat kabupaten Malaka, kamis 14 / 11 / 2020.

” Lewat sambutannya di lokasi tambak garam PT IDK, gubernur NTT viktor bungtilu laiskodat menegaskan bahwa pegawai negeri sipil di kabupaten malaka tidak boleh netral namun pasif dalam politik, dengan asumsi bahwa pegawai negeri sipil atau aparatur sipil negera memiliki hak pilih. sehingga PNS tidak netral tetapi pasif membeku sambil mengamati dan tidak  menggerakan orang atau menunjukan simbol pada salah satu paslon tertentu untuk menanti hari halnya, datang ke TPS dan menentukan pilihannya”, ujar gubernur NTT.

Viktor bungtilu laiskodat lebih lanjut meminta PNS di kabupaten malaka tidak boleh netral dan ini perintah gubernur, sebab PNS punya hak pilih. kecuali TNI / polri netral karna mereka tidak memiliki hak pilih itu wajib hukumnya. TNI / polri tugasnya mengawasi ketika ada pelanggar maka di berikan teguran namun masih melanggar maka di ambil paksa dan tahan.

” Gubernur menegaskan bahwa, kita jangan salah berpikir dan salah menerjehmakan aturan sebab ASN itu memiliki hak pilih. oleh karna itu, kita orang NTT jangan salah berpikir supaya pilkada itu berjalan baik dan kondusif. sehingga menghasilkan pemimpin yang baik pula”, pungkas gubernur.

Ia meminta kepada ASN dan masyarakat Malaka dengan kecerdasannya untuk pilih yang terbaik di antara dua paslon yang bertarung di pilkada malaka, demi malaka yang lebih baik, imbuhnya.**