MALAKA, metro7.co.id  – Lewat orasinya ketika berkampanye di Dusun Manumuti Desa Nai Mana Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten malaka pada Minggu (25/10/2020), Calon Bupati Malaka Simon Nahak mengatakan, “Hidup ini jangan beibukulasak (rakus). Sehingga semua orang merasa nyaman dan pasti tidakan timbul kecemburuan dan permusuhan. Hidup jangan menipu orang lain, jangan sombong dan tinggi hati sehingga orang lain juga bisa menghargai kita sebaliknya demikian.”

Simon Nahak lebih lanjut menjelaskan, mengenai program paslon SN-KT yakni SAKTI, akronim dari swasembada pangan, adat istiadat, kwalitas, tata kelola serta infrastruktur.

Ia menjelaskan, “hidup pasti butuh makan minum karena tanpa pangan pasti kehidupan tidak akan surfive. Demikian juga dengan adat istiadat. Kita berbicara soal budaya Wesey Wehali dan Kletek Truik. Kita perlu bangun balai adat sebagai tempat untuk mengembangkan potensi budaya kreatifitas anak-anak generasi yang akan mewarisi budaya Wesey Wehali dan Kletek Ttruik.”

Simon Nahak lebih lanjut menambahkan, “Berbicara soal kualitas maka berbicara soal sumber daya manusia. Contoh di bidang pendidikan, kita perlu melihat pemerataan dalam memberikan pendidikan gratis hanya berlaku anak-anak pejabat daerah. Namun justru kepada mereka masyarakat kecil yang susah.”

“Tata kelola wilayah Kabupaten Malaka harus dijalankan, sehingga menjadi ikon bagi masyarakat Malaka serta simbol lahirnya sebuah Kabupaten Malaka. Salah contoh kami harus bangun kantor bupati dan dinas-dinas dan pusat ibu kota Kabupaten Malaka yakni di Betun Kecamatan Malaka Tengah,” tandasnya.

“Selain pembangunan pusat pemerintahan juga pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dan kita sudah sepakati, jika kami berdua terpilih menjadi Bupati dan Wakil Bupati Malaka, maka tahun kedua akan kita bangun jembatan dengan namanya jembatan SAKTI,” tutur Simon lagi.

Ditegaskannya, “Selama ini kami berkeliling masuk dari desa ke desa dan kampung. Kami tidak pernah keluarkan uang seperser pun. Justru ketika kami turun masyarakat sudah menyiapkan semuanya dan ini merupakan gerakan hati nurani masyarakat Malaka,” pungkasnya.