LABUAN BAJO, metro7.co.id – Presiden Jokowi ingin merubah wajah kota Labuan Bajo menjadi kota estetika. Sehingga siapa saja wisatawan yang datang menikmati Labuan Bajo merasa aman dan nyaman.

Pemerintah Pusat menggelontorkan total anggaran sebesar Rp 240 Miliar APBN TA 2020 untuk proyek pengembangan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo.

Progress 70%

Kepala Satuan Kerja Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah III Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Balai PJN NTT TA 2020, Yanuar Dwiputra, ST, MT melaporkan progress pekerjaan infrastruktur jalan, drainase dan trotoar Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Labuan Bajo sejak Maret hingga bulan Nopember 2020 telah mencapai 70%. Sisanya 30% sedang dikebut hingga tuntas pada 31 Desember 2020 mendatang.

“Tujuh bulan telah berjalan sejak Maret hingga Nopember 2020, progress pekerjaannya sudah mencapai 70%.
Sisanya 30% kita tuntaskan hingga finish 31 Desember 2020”, kata Yanuar Dwiputra saat ditemui para Wartawan di kantornya, Jalan Dalu Bintang,
Waemata, Labuan Bajo,
Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Nusa Tenggara Timur, Senin (16/11/2020).

Dia merinci item pekerjaan antara lain pengerjaan drainase, trotoar, penanaman pohon palem, aspal jalan dan lampu jalan tiggal finishing.

Proyek infrastruktur KSPN Labuan Bajo itu dikerjakan oleh sejumlah Kontraktor Pelaksana, yakni PT ANK, Kefa, PT Floresco, PT Menara, PT Wae Kuli, PT Indo Raya.

Nantinya tidak lagi ada kabel udara yang ada saat ini di Labuan Bajo. Utilitas publik seperti pipa PDAM, kabel Telkom, kabel PLN akan dimasukkan ke box utilitas. Untuk sementara ini kabel PLN digeser ke samping drainase dan trotoar yang sedang dikerjakan.

“Tahun depan semua kabel udara akan dimasukan ke dalam yudit atau box utiliti. Kita siapkan box utilitynya dulu.
Yudit yang dibenamkan dalam drainase sedalam dua meter dan memiliki dua saluran. Saluran air dan saluran utilitas publik, seperti pipa air, kabel telkom dan kabel listrik”,jelas Yanuar Dwi Putra.

Yudit tersebut, jelas dia, didatangkan dari Surabaya dan ada pula yang dicetak di Labuan Bajo dengan mutu sama K350. Hal ini dilakukan karena rantai pasokan yudit dan kontrak pembeliannya.

Ditanya terkait kunjungan Presiden Jokowi bulan lalu ke lokasi proyek tersebut, Yanuar menjelaskan Presiden datang melihat langsung kerapian pekerjaan.

“Kami kerja sebaik mungkin karena ini pekerjaan estetika. Kami diminta kerja rapi dan secepat mungkin”, kata Yanuar sembari seruput kopi asli Manggarai bersama para Wartawan di kantornya.

Tanam pohon Palem dan Sakura

Yanuar jelaskan lagi, mempercantik trotoar memakai andesit. Di atas trotoar ditanam
pohon Palem jenis Sadeng. Pohon Palem didatangkan dari Pulau Jawa sekitar 1800 pohon ditanam sepanjang trotoar jalan.

“Hal ini berdasarkan hasil rapat dengan Cipta Karya dan Konsultan perencana dari KSPN.
Sedangkan di jalan Alo Tanis, kita tanam pohon sakura”, papanya.

Jadi area parkir kendaraan

Terpantau Media ini, ada sejumlah warga kota Labuan Bajo yang memanfaatkan trotoar yang baru selesai dikerjakan menjadi tempat parkir kendaraannya. Menanggapi prilaku warga tersebut, Januar mengaku tidak berwenang melarang pemilik kendaraan tersebut. Pemkab Manggarai Barat yang berwenang untuk itu. Memang menurut aturan, trotoar itu untuk pedestrian pejalan kaki. Bukan untuk parkir.

“Mengubah prilaku masyarakat tidak gampang. Mungkin Menteri Perhubungan perlu untuk membuat sentral parkir agar kendaraan tidak parkir di trotoar. Kami tidak punya pasukan. Kami hanya punya pekerja. Sehingga untuk mendisiplinkan warga itu tentunya tugas Pemkab Mabar. Kami tidak punya kewenangan untuk melarang warga”, ungkapnya.

Ditanya lagi apa kendala yang dihadapi selama proyek KSPN berjalan, Yanuar menjelaskan lokasi pekerjaan beradadi urban area/area perkotaan. Bukan di rural area. Namun demikian, Dia mengaku masyarakat kota Labuan Bajo samgat menerima proyek pembangunan tersebut.

Bersyukurlah rakyat di Manggarai Barat sangat menerima pembangunan ini. Karena tidak semua daerah bisa seperti masyarakat Mabar yang menerima pembangunan ini.

“Kami sangat bersyukur. Karena kalau ditolak , pemerintah berpikir ekstra. Kasihan kalau ditolak, pembangunan infrastruktur tersebut larinya ke daerah lain.

Labuan Bajo ini cantik sekali. Dulu orang lihat Lombok cantik. Tapi sekarang lihat Labuan Bajo, Lombok sekarang ngga ada apa-apanya. Jadi sayang sekali kalau masyarakat tolak. Nanti yang merasakan manfaatnya masyarakat Labuan Bajo sendiri sampai Larantuka.

Sebab pariwisata Labuan Bajo akan terus berkembang. Banyak warga di sini bisa mengadakan persewaan mobil. Sekarang orang jual tanah bisa beli mobil? Sewa mobil, sehari bisa dapat Rp 800.000. Pelaku UMKM juga pasti berkembang pesat.

Minta Wartawan edukasi masyarakat

“Saya minta teman-teman Media mengedukasi masyarakat. Bukan membantu pemerintah. Tapi membantu masyafakat supaya mereka mengerti betapa pentingnya pariwisata di daerah ini.
Manggarai Barat sama seperti Bali karena budayanya.

“Saya takut kalau banyak penolakan tentang pariwisata di sini, yang untung siapa? Malaysia singapura. Kalau kisruh terus di daerah ini, orang tidak jadi datang di sini untuk melihat keajaiban dunia Komodo . Tapi mereka lebih senang di Malaysia dan Singapura “, terangnya.*