ASAHAN, Metro7.co.id – Pemerintah Kabupaten Asahan (Pemkab Asahan) mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan Covid-19 secara virtual dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Rapat tersebut diikuti oleh Kapolres Asahan, Dandim 0208/AS, Asisten Ekonomi Pembangunan , Tim Satgas covid-19 Kabupaten Asahan, serta OPD terkait, di Aula Mawar Kantor Bupati Asahan, Senin (14/2).

Rakor tersebut digelar secara daring diikuti seluruh Satgas Kabupaten dan Kota se-provinsi Sumatera Utara yang dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Utara H. Edy Rahmayadi, didampingi Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Hasanuddin.

Rakor kali ini dilaksanakan perihal pembahasan perkembangan dan penanggulangan kasus Covid-19 dan evaluasi PPKM di Provinsi Sumatera Utara.

Tujuan diadakannya Rakor 3T atau lebih disebut dengan tindakan melakukan tes Covid-19 (testing), penelusuran kontak erat (tracing), dan tindak lanjut berupa perawatan pada pasien Covid-19 (treatment) adalah salah satu upaya utama penanganan Covid-19.

Mengawali Rakor ini, Edy Rahmayadi berpesan agar seluruh elemen lapisan masyarakat dan pemerintah daerah memberikan dukungan upaya 3T yakni pemeriksaan dini (testing), pelacakan (tracking), dan perawatan (treatment) serta melakukan isolasi terpusat.

Ia meminta, agar TNI-Polri mendampingi dan mendukung kegiatan tersebut. “Beberapa penekanan antara lain, untuk menekan angka penyebaran varian baru Omicron, maka akan diberlakukan PPKM,” jelasnya.

Ia mengimbau, agar tetap melaksanakan Prokes disiplin 3M (Memakai masker dengan benar, Menjaga jarak dan hindari kerumunan, Mencuci tangan pakai sabun dengan rutin) dan melaksanakan vaksinasi.

”Aktifkan kembali satgas Covid-19 hingga ke desa-desa. Untuk itu, seluruh satgas di setiap daerah harus benar-benar melakukan tugasnya, mengawasi dan mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. Apalagi sekarang meningkatnya varian virus baru yaitu Omicron.” tegasnya.

Dari data yang diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara, per 13 Februari 2022, kasus covid-19 yang terkonfirmasi untuk seluruh daerah Sumatera Utara bertambah sekitar 825 kasus.

“Bahkan dari hasil pengecekan laboratorium, dari pertambahan kasus tersebut ada ditemukan yang terpapar omicron,” bebernya.

Kasus covid beberapa pekan ini sering tidak stabil, ungkapnya, terkadang penurunan, namun akhir-akhir ini kasus Covid-19 di Sumatera Utara juga cenderung naik 2 kali lipat.

Untuk itu, Edy meminta kreativitas setiap unsur pemerintah daerah dalam mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19.

“Saya berharap semoga terjadi penurunan kasus Covid-19 di Sumut harus selalu disiplin prokes, gunakan masker, lakukan vaksinasi terkhusus lansia dan anak-anak, dan untuk pembelajaran tatap muka di sekolah mungkin akan di evaluasi jika tetap terjadi peningkatan kasus,” pungkasnya.