BANJAR, metro7.co.id – Pelatihan literasi media sosial (medsos) dan pariwisata digelar LSPR Institute of Communication dan Business bersama Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (Uniska).

Pelatihan ini dengan tujuan untuk memperkuat pariwisata Pasar Terapung Lok Baintan di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) dan didukung penuh Dinas Kebudayaan Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Banjar.

Kepala Disbudporapar Banjar, H Irwan Jaya mengatakan, bencana banjir dan pandemi memang menyebabkan kondisi ekonomi masyarakat di Lok Baintan menjadi menurun secara signifikan, padahal sebagian besar pendapatan mereka diperoleh dari hasil kebun.

Menurutnya, masyarakat di Lok Baintan, khususnya yang berdagang di Pasar Terapung perlu didukung dan dibina, agar daerah ini bisa tumbuh menjadi lokasi wisata yang dicari oleh para wisatawan.

Adanya pelatihan literasi media sosial dan pariwisata ini bisa menjadi upaya baik yang patut diapresiasi, karena bertujuan memotivasi para pedagang di pasar terapung untuk berpikir lebih kreatif dan inovatif.

“Kegiatan yang sifatnya memberdayakan masyarakat, jika dikelola dengan baik, diorganisir secara konsisten, pasti dapat menjadi inspirasi dan mendorong rasa percaya diri masyarakat, sehingga meningkatkan daya saing dengan daerah wisata yang lain,” tambahnya.

Terpisah, Kaprodi Jati Paras Ayu mengatakan komitmen LSPR dan Uniska terhadap Tri Darma Perguruan Tinggi Bagi LSPR Institute of Communication & Business, kemitraan dengan Uniska ini lebih dari sekadar kolaborasi strategis; ini merupakan contoh dedikasi institusi terhadap Tri Darma Perguruan Tinggi – tiga tanggung jawab utama perguruan tinggi.

Dijelaskannya, kolaborasi ini selaras dengan komitmen LSPR terhadap pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, di mana LSPR mengambil peran aktif dalam menumbuhkan literasi digital di kalangan masyarakat, juga memperkuat edukasi mengenai pariwisata dan pelayanan.

“Kolaborasi dengan LSPR, Uniska, dan Disbudporapar Kabupaten Banjar ini merupakan bukti keseriusan dan komitmen kami dalam membantu penguatan daerah pariwisata. Bersama-sama, kami tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga turut berupaya memperkenalkan Lok Baintan ke lingkup yang lebih luas,” ujar Jati Paras Ayu.

Dewi Rachmawati, yang menjadi Ketua dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dan dosen di LSPR Institute menambahkan di LSPR, kami percaya akan kekuatan transformatif dari pendidikan dan tanggung jawab yang kami emban kepada masyarakat.

“Kegiatan ini memungkinkan kami untuk berkontribusi pada pemberdayaan kepada masyarakat agar para Acil di Lok Baintan lebih terasah lagi dalam memanfaatkan media sosial sebagai media promosi yang kuat, juga turut melestarikan budaya lokal,” tambahnya.

Kaprodi MIKOM Dr Marhaeni Fajar Kurniawati menyampaikan dalam, kegiatan ini berharap para Acil jukung di Lok Baintan sebagai corong terdepan bagi pariwisata di Lok Baintan hendaknya dapat menjadi duta bagi kemajuan pariwisata di lokasi wisata, juga dapat memberikan kenyamanan dan keamanan bagi turis domestik dan mancanegara saat berkunjung ke Pasar Terapung.

“LSPR Institute sendiri merupakan lembaga terkemuka dalam studi komunikasi dan bisnis, berkomitmen untuk keunggulan akademis dan relevansi dengan industri yang sudah berdiri sejak tahun 1992. Kegiatan PKM ini dilakukan oleh para dosen di LSPR untuk memenuhi tanggung jawab Tri Darma-nya dengan secara aktif berkontribusi pada pengajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” pungkasnya.

Adapun kegiatan ini berlangsung selama 2 hari, 6 dan 7 Februari 2024 di kediaman salah satu tokoh masyarakat setempat yang juga menjadi Kepala Puskesmas II Sungai Tabuk, H Yusdie Shopiyani.

Hadir juga para dosen dari LPSR Latifa Ramonita, Ayu R Tiara Hamdani dan Yesi Pandu Pratama Wibowo DC.