BARABAI, metro7.co.id – Wakil Bupati Berry Nahdian Forqan lepas puluhan pendekar kuntau yang tergabung dalam Komunitas Persaudaraan Kuntau (Kompak) Borneo HST, Jumat (19/9).

Pelepasan tersebut, Kompak Borneo HST delegasikan 34 orang untuk turut berpartisipasi dalam festival pencak silat budaya tingkat Provinsi Kalsel.

Festival bertempat di Kiram Park, Desa Kiram, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar.

Diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kalsel, bekerjasama dengan Assosiasi Perguruan Pencak Silat Budaya Indonesia (APPSBI) Kalsel.

Kegiatan terhitung dari Jumat tanggal 18 hingga Sabtu 19 September 2020. Dalam rangka memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-37 tahun 2020.

Wabub HST sangat terkesan dengan partisipan tersebut, menurutnya itu bagian dari mempromosikan budaya daerah sendiri. “Kuntau bagian dari budaya daerah kita, dan harus terus dilestarikan,” ujarnya.

Dia memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas semangat para pendekar kuntau yang terbangun dan terbentuk.

Berry berharap, kesiapan mentalitas para pendekar mulai dari fisik hingga teknik pribadi harus dijaga.

“Harapan kami, pertama tentang mentalitas para pendekar harus terjaga. Kemudian, ditambah pelatihan dan motivasi yang telah diberikan, sehingga bisa berlaga dengan penuh semangat dan tampil maksimal,” tutupnya.

Ketua Kompak Banua HST, Abdul Manan mengatakan, kami berangkatkan 34 orang pendekar untuk ikut berpartisipasi pada kegiatan tersebut.

“20 pemain, 5 pendukung, 2 guru tuha, 3 pelatih, dan 4 orang sopir. Mereka perwakilan dari semua perguruan,” katanya.

Menurutnya, festival ini merupakan wadah untuk memperkenalkan kuntau ke khalayak dan mengubah citra Kuntau yang selama ini dilekatkan dengan hal-hal mistis dan kekerasan.

“Jadikan kegiatan ini motivasi sebagai penyemangat untuk generasi, agar lebih giat dan tertarik dengan budaya kuntau,” ucapnya.

Tak hanya itu bebernya, juga sebagai ajang sarana silaturahmi dengann pegiat seni kuntau lainnya, serta sebagai bukti bahwa kuntau diperhatikan oleh Pemerintah. ***