BANJARMASIN, metro7.co.id – Setelah berhasil diamankan pihak kepolisian, Rony (41) salah satu pelaku perampokan terhadap Nenek Salbiah (65) warga Kelayan B Gang Kurnia RT 2, Banjarmasin Selatan, Selasa (5/20/2021) lalu.

 

Pelaku kini berada di Mapolsek Banjarmasin Selatan untuk proses lebih lanjut, karena satu tersangka berinisial H masih buron.

 

Pada Jumat (8/10/2021), Rony dihadapkan langsung kepada awak media dengan pengawalan anggota kepolisian, dipimpin Kanit Reskrim Polsek Banjarmasin Selatan Ipda Herjunadi.

 

Rony mengakui perbuatannya telah melakukan perampokan terhadap korban dengan cara awal berpura-pura sebagai keluarga.

 

“Saya mengaku keluarganya dan lalu mengajak korban naik mobil untuk ke rumahnya bertemu keluarganya, lalu dibawa jalan jalan, lalu diminta menyerahkan perhiasan, kalau tidak akan dibunuh,” ucapnya.

 

Sementara targetnya adalah ibu-ibu yang memakai perhiasan emas dengan cara hunting atau acak.

 

“Sudah seminggu disini, kalau korbannya secara acak saja,” katanya.

 

Rony mengatakan, sebelum melakukan aksinya itu, mereka sudah selama sepekan berada di Banjarmasin dan memang sudah berniat.

 

Ketika alasan melakukan perampokan, Warga Duren Sawit Jakarta ini menjawab karena alasan faktor ekonomi.

 

Sementara, Kapolsek Banjarmasin Selatan, Kompol Yopie Andri Haryono lewat Kanit Reskrim Ipda Herjunadi membeberkan sejumlah fakta dalam aksi perampokan.

 

“Pada hari Selasa, mereka melihat korban berjalan di kawasan Kelayan B, mereka dekati dan pura-pura kenal, dibawa naik mobil, kemudian keliling-keliling, keduanya lalu melancarkan aksi mereka,” katanya.

 

Usai berhasil merampok perhiasan korban seberat 50 gram, keduanya berencana pulang ke Jakarta lewat Surabaya dengan menaiki kapal Mila Utama di Pelabuhan Trisakti Banjarmasin.

 

Anggota gabungan saat itu, langsung mengejar pelaku menyusul keduanya menggunakan kapal milik Pelni. Tepatnya di Tanjung Telan perairan Sungai Barito saat kapal melabuhkan jangkar, Selasa dinihari.

 

“Setelah berkoordinasi dengan pihak kapal, kami melakukan penggeledahan di atas kapal, dan berhasil diamankan satu orang, inisial R ini, sedangkan satu orang lainnya masih buron,” lanjut Kanit reskrim.

 

Pihaknya pun, sempat ikut berlayar hingga sampai ke Surabaya untuk memastikan satu orang pelaku lainnnya lagi apakah masih berada disana.

 

“Saat kapal sandar di Surabaya sudah kita periksa semuanya mulai penumpang saat keluar hingga dalam mobil dan angkutan barang, namun pelaku satunya tidak ditemukan,” ucapnya.

 

Meski, kata Kanit dari pengakuan tersangka Rony mereka sudah sepakat untuk menceburkan diri jika ingin ditangkap Kepolisian. Namun dirinya belum bisa memastikan satu pelaku keberadaan pelaku lainnya.

 

“Mereka ini berdua sempat mengatur strategi untuk bercebur ke air dalam upaya kabur, tapi R ini mengaku tidak berani,” ujar Ipda Herjunadi.

 

Hingga akhirnya, Rony dibawa ke Mapolsek Banjarmasin Selatan, Jumat subuh beserta satu unit mobil rental dan perhiasan emas 50 gram.

 

“Pelaku H masih kami buru, H juga diketahui merupakan residivis kejahatan yang sama dan beraksi di daerah lain dan menjadi dalang aksi ini,” tukasnya.

 

Atas kejadian ini pula, kanit reskrim Banjarmasin Selatan mengimbau kepada warga untuk tidak menggunakan perhiasan berlebihan agar tidak memancing pelaku kejahatan

 

“Supaya tidak memancing kejahatan dan hal-hal yang tidak diinginkan lainnya,” imbaunya.[]