BATULICIN, metro7.co.id — Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) menggelar Diseminasi Rencana Tindak Lanjut Audit Kasus Stunting 1 tingkat kabupaten, di Ruang Bersujud Kantor Bupati setempat, Rabu (13/9/2023).

Kepala DP3AP2KB Tanah Bumbu Narni, mengatakan kegiatan diseminasi rencana tindaklanjut audit kasus stunting merupakan lanjutan beberapa tahapan audit stunting mulai dari identifikasi, tahapan pelaksanaan, kajian dan rekomendasi, rencana tindaklanjut, dan pendampingan sasaran.

Terkait dengan tahapan identifikasi kasus audit stunting terdapat dua lokus sasaran yakni Desa Karang Bintang dan Desa Muara Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir yang mana tidak menunjukkan perbaikan setelah diberikan intervensi.

Adapun hasil identifikasi kajian tim pakar terhadap dua lokus sasaran kasus audit stunting diantaranya usia calon pengantin yang terlalu muda (19 tahun), balita dengan status gizi sangat pendek, ibu hamil dengan IMT sebelum hamil kurang dari standar atau mengalami anemia, dan ibu nifas yang menjadi perokok pasif.

Berdasarkan hasil identifikasi tersebut, Hj. Narni menyampaikan bahwa hal itu terjadi karena kurangnya pengetahuan terkait dengan pencegahan kasus stunting dari catin, orangtua baduta, ibu hamil, maupun ibu nifas.

Sementara itu, dokter spesialis kandungan dr. Anna Ismiana, Sp.Og menambahkan bahwa kasus anemia saat ini masih tinggi sehingga sangat disarankan mulai dari calon pengantin pada saat persiapan pernikahan sudah harus mengkonsumsi tablet tambah darah.

Besar harapan dinas terkait melalui kegiatan ini bisa mendapatkan perhatian lebih dan diskusi berjalan dengan baik sebagai bekal dalam pencegahan penanganan kasus stunting di Kabupaten Tanah Bumbu.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala DP3AP2KB Tanah Bumbu, BKKBN provinsi Kalimantan Selatan Mahendra beserta tim, dokter spesialis kandungan dr. Anna Ismiana Sp.Og, dokter spesialis anak dr. Ari, psikolog anak, ahli gizi, dan para peserta lainnya. ***