SANGGAU, metro7.co.id – Tercatat sejak 6 Desember 2023, penderita Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sanggau mencapai 460 orang penderita, dari jumlah tersebut 15 orang dinyatakan meninggal dunia.

Keterangan itu disampaikan Pelaksana tugas (Plt) BPBD Sanggau, Budi Darmawan, Kamis (7/12).

Sebagai Satgas KLB DBD Kabupaten Sanggau, Budi Darmawan mengajak semua unsur yang ada di Kabupaten Sanggau untuk bersama sama menekan angka penyebaran DBD dengan menerapkan 3M plus.

“3M plus itu, seperti menguras tempat penampungan air, menurut tempat penampungan air, mengubur barang bekas, hindari gigitan nyamuk, tidur menggunakan kelambu dan menyalakan obat nyamuk, kesadaran ini yang perlu kita tumbuhkan di masyarakat,” terang Budi Darmawan.

Ia menyebut kondisi saat ini menjadi perhatian setiap orang, pemerintah sudah menetapakan Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD di Kabupaten Sanggau. “Sejak itu kita juga terus menggalakkan berbagai daya upaya untuk menekan DBD di Kabupatn Sanggau,” ujar Budi Darmawan.

Menurut Budi Darmawan, kesadaran setiap orang untuk menerapkan hidup bersih terutama pada lingkungan tempat tinggal, serta tidak membiarkan nyamuk berkembang biak di dalam genangan air yang terdapat di sekeliling tempat tinggal, secara langsung itu dapat menekan angka penyebaran nyamuk di lingkungan masyarakat.

Berikut data penderita DBD di tiap kecamatan yang ada di Kabupaten Sanggau, data tersebut tercatat sejak 6 Desember 2023.

1. Kapuas, penderita 122 orang, meninggal 3 orang.

2. Parindu, penderita 66 orang, meninggal 2.

3. Tayan Hulu, penderita 37 orang, meninggal 5 orang.

4. Kembayan, penderita 31 orang, meninggal 1 orang.

5. Sekayam, penderita 26 orang.

6. Tayan Hilir, penderita 25 orang, meninggal 2 orang.

7. Entikong, penderita 20 orang.

8. Toba, penderita 19 orang.

9. Balai, penderita 18 orang.

10. Meliau, penderita 10, meninggal 1 orang.

11. Mukok, penderita 10 orang.

12. Beduai, penderita 8 orang.

13. Bonti, penderita 3, meninggal 1 orang.

14. Jangkang, penderita 1 orang.