SINGKAWANG, metro7.co.id – Presiden Joko Widodo menegaskan, pemerintah akan terus memantau ketersediaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) untuk memastikan kelanjutan program bantuan pangan.

Turut mendampingi Presiden Jokowi dalam kegiatan ini adalah Ketua Komisi V DPR RI Lassarus, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi, Pj Gubernur Kalimantan Barat Harisson, dan Pj Wali Kota Singkawang Sumastro.

Hal ini disampaikan Jokowi saat mengunjungi Kompleks Pergudangan Bulog Kampung Melayu, Kota Singkawang, Provinsi Kalimantan Barat, Rabu (20/3), untuk meninjau ketersediaan beras dan menyerahkan bantuan pangan kepada masyarakat penerima manfaat.

“Nanti setelah Juni saya akan lihat lagi APBN kita ada anggaran ndak. Kalau ada akan diteruskan, tapi enggak janji, belum janji saya. Saya akan buka dulu supaya nanti bisa diteruskan sampai Desember. Tapi sekali lagi, dilihat dulu anggarannya ada atau tidak,” kata Presiden, Rabu (20/3).

Ayu, salah seorang penerima bantuan, mengaku sangat bersyukur atas bantuan pangan yang diberikan pemerintah. Menurut Ayu, bantuan tersebut sangat membantu kebutuhan keluarganya sehari-hari.

“Senang sekali. Alhamdulillah sangat membantu untuk kenaikan harga pangan seperti sekarang harga beras kan lumayan tinggi harganya, jadi adanya bantuan ini sangat membantu untuk kebutuhan rumah tangga saya dan suami,” ungkapnya.

Senada, Maswa, warga lainnya, juga tak kuasa menahan air mata saat mengungkapkan bagaimana bantuan ini meringankan beban hidupnya. Ia pun berharap bantuan tersebut dapat terus dilanjutkan.

“Sangat-sangat berharap dilanjutkan (bantuannya) karena ini sangat membantu kami dan kami pun sangat membutuhkannya,” ucap Maswah.

Sementara itu, Paijan, seorang kuli bangunan mengaku sangat antusias untuk bertemu dan bersalaman dengan Presiden Jokowi. Ia juga mengatakan, bantuan pangan tersebut sangat membantu penghasilannya yang tidak menentu.

“Bagi keluarga macam kami tentu cukup terbantu karena penghasilan kami kan tidak tetap, kadang hadir, kadang tidak, dengan adanya bantuan kan merasa terbantu,” tutup Paijan.