BATANG, metro 7.co.id – Bupati Batang Wihaji bersama Kapolres Batang AKBP Edwin Louis Sengka dan Damdim 0736/Batang serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) meninjau secara langsung kondisi jembatan Peturen yang merupakan penghubung antara kecamatan Warungasem dan kecamatan Batang, Kamis (11/2/2021).

“Saya lihat langsung kedua pondasi memang retak, berdasarkan laporan jembatan ini dilintasi berbagai kendaraan. Sedangkan usianya sudah diatas 30 tahun jadi harus diganti,” kata Wihaji.

Dikatakan Bupati, untuk sementara akan dilakukan tindakan darurat seperti pembatasan berkala kendaraan yang lewat, karena tahun ini belum ada anggaran perbaikan jembatan tersebut.

“Tadi Pak Kapolres menyarankan agar nanti ada pembatasan kendaraan yang lewat. Diatas sekitar sekian ton rekomendasi kita jangan lewat dulu seperti truk trailer, tapi truk kecil bisa lewat. Karena tadi saya lihat truk lewat pengangkut pasir jembatanya ada geteran sedikit. Takutnya ambruk,” katanya.

Ia juga mengatakan jembatan Peturen akses vital masyarakat, untuk itu tahun 2022 diprioritaskan untuk diganti.

“Feasibility Study (FS) sudah ada anggaranya mencapai Rp 3,5 miliar, tinggal lihat kemampuan keuangan daerah sekaligus prioritas. Semoga saja tidak ada yang lebih darurat sehingga tahun 2022 bisa dibangun,” ungkapnya.