BREBES, metro7.co.id – Fenomena perang sarung yang melibatkan remaja saat ramadhan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah.

Beberapa hari lalu puluhan remaja di dua Desa di Kecamatan Wanasari, Desa Sidamulya dan Desa Tanjungsari diduga terlibat perang sarung, akibatkan satu orang remaja luka terkena sabetan senjata tajam (Sajam).

Ilham, warga desa wanasari yang ikut dalam aksi perang sarung harus dirawat dirumah sakit dan dilakukan jahitan lantaran terluka diduga terkena senjata tajam.

Orang tua korban kepada metro7 menuturkan, anaknya harus dirawat dirumah sakit lantaran terluka akibat perang sarung.

“Anak saya harus dilarikan kerumah sakit untuk menerima jahitan lukanya, ini barusan pulang dari rumah sakit, dengan biaya yang ditanggung sendiri dan sebagian bantuan iuran dari teman-temannya,” kata Anto orang tua korban.

Akibat peristiwa tersebut orang tua korban akhirnya melaporkan ke Polsek Setempat untuk meminta diproses.

“Kami telah menerima aduan dari orang tua korban, untuk sementara kasus tersebut masih dalam proses,” ujar Kanit Reskrim Polsek Wanasari, Aiptu Hafi Kuswara dihubungi metro7.

Sementara Kades Sidamulya saat dimintai keterangan mengaku kurang paham, dirinya meminta untuk mengkonfirmasi ke Kades Wanasari.

Kades Wanasari, Eko Alri Surono melalui salah satu perangkatnya, Tito membeberkan ada satu warganya yang terluka akibat diduga sabetan sajam.

“Ada satu warga kami yang terluka yang diduga ikut dalam perang sarung yang terjadi sekitar tiga hari lalu,” kata Tito pada 1 Maret 2023.

“Sebenarnya, lanjutnya lagi, mereka itu saling kenal karena sesama sekolah. Menurut beberapa informasi yang didapat, peristiwa itu dipicu ajakan melalui media sosial antara remaja dari desa Sidamulya dan Desa Tanjungsari,

warga kami diminta ikut juga oleh remaja sidamulya, lalu pada malam hari di jalan perbatasan dua desa itu dilakukan perang sarung, sayangnya permainan itu diduga disusupi gangster yang membawa senjata tajam yang akhirnya menelan korban luka,” beber Tito.

Pihak Pemdes Wanasari juga telah mengkonfirmasi ke Kades Tanjungsari untuk menengahi permasalahan tersebut, sayangnya kurang mendapat respon.

“Saya paginya bersama Pak Lurah ke Kades Tanjungsari, tapi sayang responya terkesan saya nuduh, jadi daripada ribut kamipun segera pulang mengurus korban yang dirumah sakit, padahal dari beberpa keterangan anak anak ada yang kenal bahwa yang membacok anak Tanjungsari,” beber Tito.

Saat ini kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan Polsek Wanasari Polres Brebes.