BREBES, metro7.co.id – Warga Desa Pakijangan, Kecamatan Bulakamba, Kabupaten Brebes geruduk Balai Desa setempat, Rabu (24/3) menuntut agar Kepala Desa, Adi Saprudin mengundurkan diri dari jabatannya.

Aksi warga yang dikemas dengan forum audensi, puluhan warga itu mendatangi kantor Balai Desa sekitar pukul 09.00 Wib. Mereka langsung berorasi menuntut agar Adi Saprudin mengundurkan diri.

Aksi para warga itu dipicu lantaran kades diduga jarang ngantor selama lima bulan terakhir, hingga menimbulkan keresahan warga dan menganggap Adi Saprudin Sebagai pamong masyarakat mengabaikan fungsi dan kewajibannya dalam melayani masyarakat Desa Pakijangan.

Selain itu, sebagai pengguna anggaran kades Pakijangan juga dianggap melaksanakan sejumlah pekerjaan yang tidak sesuai dengan peraturan dan sarat dugaan penyimpangan.

“Kami warga desa Pakijangan menuntut Adi Saprudin untuk mundur dari jabatanya lantaran sudah jelas mengabaikan tanggung jawabnya sebagai kades yaitu telah absen selama 5 bulan terakhir, selain itu sejumlah dugaan temuan temuan pelanggaran dalam pengelolaan dana desa tidak sesuai aturan, dimana anggaran tahun 2021 hingga 2023 diduga penuh dengan penyelewengan,” kata Karsono, salah satu warga Pakijangan.

Karsono juga menuturkan, keresahan warga lantaran kadesnya diragukan keabsahan status perkawinanya yang tidak melalui secara hukum negara.

Jatmoro, warga desa Pakijangan lainya membeberkan Adi Saprudin selain mangkir dari kewajiban dan tanggung jawabnya sebagai kepala desa, dalam temuanya Kades itu diduga telah memalsukan bukti nota pembelanjaan.

“Dari hasil pengamatan dan investigasi di lapangan diduga banyak penyimpangan pelaksanaan kegiatan fisik maupun non fisik Dana Desa. Tidak hanya itu, laporan pertanggung jawaban Dana Desa tahun Anggaran 2021 hingga 2023 diduga menggunakan nota bukti fiktif,” beber Jatmoro.

Dalam audensi itu disebutkan jika tuntutan warga tidak dipenuhi. warga mengaku akan melakukan pengaduan ke penegak hukum dengan dugaan kasus lain yang merugikan masyarakat dan negara.

Sementara, Camat Bulakamba Setiawan Nugroho yang ikut hadir dalam audensi mengaku akan mengklarifikasi sejumlah permasalahan yang diadukan warga ke pihak pihak terkait.

Namun selain itu ia mengapresiasi warga yang melakukan audensi, menurutnya aduan saran dan masukan warga menjadi peran serta masyarakat dalam pembangunan lebih baik.

Sementara itu, ketidakhadiran zkades Pakijnangan beberapa bulan terakhir dibenarkan oleh pihak pemerintah Desa. Melalui sekretaris Desa Pakijnangan, Sumardi kepada media menuturkan ketidak hadirnya kades tidak diketahui alasannya antaran tidak adanya pemberitahuan.

Kades Pakijnangan Adi Saprudin sendiri hingga berita ini tayang belum bisa didapat keterangan, nomor contak yang didapat saat dihubungi tidak direspon, bahkan sejumlah warga mengaku sulit untuk menghubungi kadesnya.