BANGKA BELITUNG, metro7.co.id — Kendaraan operasional milik ustad dan ustadzah pengajar Pondok Pesantren Tahfidz Guntur Pakalen Batu, Bangka Selatan, yang seringkali rusak membuat organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bangka prihatin.

Sedangkan para pengajar di pondok pesantren tersebut biasanya harus menempuh perjalanan selama kurang lebih 30 menit menggunakan sepeda motor untuk pergi ke Kecamatan Payung bila hendak mengurus keperluan administrasi maupun kebutuhan sehari-hari para santri.

Sebagai upaya memudahkan serta mendukung perjuangan ustad dan ustadzah yang berada di pelosok itu, organisasi Aksi Cepat Tanggap (ACT) Bangka turut menyerahkan bantuan operasional berupa tiga unit sepeda motor untuk digunakan para pengajar di pondok pesantren tersebut.

“Bantuan operasional untuk ustad dan ustadzah di Pondok Pesantren Tahfidz Guntur Pakalen Batu ini diharapkan dapat menambah semangat mereka untuk terus berdakwah dan mencerdaskan para penerus bangsa. Semoga ini juga bisa sedikit membantu perjuangan mereka,” ungkap Raffles, salah satu tim Program ACT Bangka secara tertulis, Kamis (23/09/2021).

Pihak Pondok Pesantren Tahfidz Guntur Pakalen Batu beserta santri terlihat senang dan bahagia ketika menerima secara langsung penyerahan tiga unit sepeda motor baru untuk mereka tersebut.

“Alhamdulillah. Kami merasa senang menerima bantuan operasional untuk ustad dan ustadzah dalam bentuk sepeda motor ini. InsyaaAllah kendaraan ini akan digunakan oleh Ustad dan Ustadzah yang ada di Pondok Pesantren ini, dan juga akan digunakan masyarakat yang memang sedang membutuhkan agar lebih bermanfaat,” ujar Ahmadi Sofyan, Pembina Pondok Pesantren Tahfidz Pakalen Batu.

Tak lupa pihak ACT Bangka mengucapkan terima kasih teruntuk sahabat-sahabat dermawan yang telah berkontribusi membantu para dai dan santri yang ada di Pulau Bangka sebagai bagian dari perjuangan dakwah di bumi ‘Serumpun Sebalai’.