MUBA, metro7.co.id – Pemkab Musi Banyuasin yang dikomandoi Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA rencananya akan kembali menerapkan proses Kegiatan Belajar dan Mengajar (KBM) secara tatap muka di tahun 2021.

Namun, Bupati Dr H Dodi Reza Alex Noerdin Lic Econ MBA melalui Sekda Muba Drs H Apriyadi MSi tetap mengingatkan kepada para guru, siswa hingga orang tua Murid untuk tetap waspada dan patuhi protokol kesehatan dengan ketat meskipun sekolah segera dilaksanakan secara tatap muka guna menghindari penyebaran COVID-19.

Hal ini, disampaikannya saat melaksanakan Rapat Persiapan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada Semester Genap Tahun Ajaran 2020 / 2021 di Masa Pandemi COVID-19 pada satuan pendidikan di Kabupaten Muba, Senin (21/12/2020) di Auditorium Pemkab Muba.

Untuk itu, Pemkab Muba juga akan terapkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) sesuai dengan SOP dan tidak memberlakukan jam istirahat, tidak memperbolehkan membuka kantin, tidak ada praktek olahraga atau eskul, dan siswa juga dihimbau untuk membawa bekal sendiri.

Dikatakannya, terkait dengan niat dan rencana untuk penyelenggaraan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Tahun 2021 atau di semester genap telah menjadi keinginan semua pihak untuk melaksanakannya dengan berbagai alasan dan argumen. Namun dari keinginan ini harus ada pertimbangan untuk bisa memutuskan sesuatu keputusan yang terbaik.

“Karena pandemi COVID-19 ini masih ada dan nyata. Harapan yang paling diinginkan dari KBM ini, semoga tidak menjadi cluster baru dalam penyebaran COVID-19 dan para siswa/i dapat belajar seperti biasanya yaitu, belajar tatap muka secara langsung dengan para guru,” ujarnya

Ada banyak tanggung jawab moral
yang harus dilakukan oleh para guru. Karena dalam proses KBM di tengah pandemi COVID-19 butuh perhatian lebih. Seperti memperhatikan protokol kesehatan, menyediakan tempat cuci dan menjaga anak-anak didik agar menghindari kerumunan.

“Maka dari itu, kegiatan ini harus bersinergi untuk bisa melibatkan semua pihak, terutama Para Camat serta Kepala Perangkat Daerah lainnya tolong di support dan saling membantu. Adapun untuk keputusan akhir kita harus melakukan paparan terlebih dahulu kepada Bupati Musi Banyuasin,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Muba Musni Wijaya SSos MSI menyampaikan bahwa, telah 10 bulan lamanya anak-anak tidak melakukan proses belajar mengajar dengan tatap muka karena pandemi COVID-19. Jika semakin lama lagi anak-anak tidak melakukan KBM, maka semakin besar dampak negatif diantaranya, ancaman putus sekolah, kendala tumbuh kembang, tekanan psikososial dan kekerasan dalam rumah tangga. Dengan mempertimbangkan beberapa hal tersebut dibuatlah sebuah perencanaan agar bisa melaksanakan KBM meskipun masih di tengah pandemi COVID-19.

“Adapun rencananya yaitu, Masing-masing sekolah harus dapat mematuhi protokol kesehatan dengan ketat dan taat. Menyediakan tempat cuci tangan, mengatur jarak tempat duduk dan untuk satu kelas maksimal diisi oleh 18 orang atau 50% dari jumlah siswa dalam satu kelas. Untuk satu siswa masuk sekolah secara KBM hanya seminggu tiga kali dan untuk satu jam-nya kita kurangkan menjadi 30 menit. Masuk sekolahnya dari jam 08:00 hingga jam 12:00,” bebernya.

Selain dari rencana tersebut, lanjut Musni juga dilihat dari sekolahnya sudah siap atau belum. Apabila masih ada orang tua yang ragu maka tidak akan di paksakan. Jika ini mendapatkan persetujuan, Maka pada tanggal 18 Januari 2021 akan secara belajar tatap muka, dengan menerapkan SOP, tidak ada jam istirahat dengan membawa bekal masing-masing. Mengatur jarak tempat duduk dan menghindari kerumunan.

“Dalam proses KBM ini akan dibuat secara bertahap setiap minggunya. Minggu pertama hanya kelas VI dan kelas IX. Dan untuk satu bulan pertama akan menjadi percobaan, Jika ada yang terpapar maka sekolah akan tutup kembali,” ucapnya.

dr H Azmi Dariusmansyah MARS selaku Kepala Dinas Kesehatan Muba menyampaikan bahwa, pihaknya mensupport untuk diadakannya rencana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) pada satuan pendidikan di Kabupaten Musi Banyuasin. Dengan Komitmen untuk tetap waspada dan mematuhi protokol kesehatan dengan baik.

“Lakukan sosialisasi kepada orang tua siswa agar dari cluster keluarga juga bisa mengingat pentingnya untuk mematuhi protokol kesehatan. Pihak kami pun akan siap sedia untuk membantu demi menjaga agar tidak terjadinya penyebaran COVID-19 di cluster sekolah,” tandasnya. ***