LIMAPULUH KOTA, metro7.co.id Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Limapuluh Kota berkomitmen untuk mewujudkan Smart City melalui penguatan sinyal telekomunikasi yang dapat menjangkau seluruh kebutuhan masyarakat.

 

Bupati Limapuluh Kota Safaruddin mengatakan, komitmen itu sehubungan dengan misi Pemkab Limapuluh Kota dalam meningkatkan pembangunan infrastruktur secara terpadu yang mendorong pertumbuhan ekonomi dan kualitas kehidupan masyarakat yang lebih baik. Kabupaten Lima Puluh Kota memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan melalui dukungan IT untuk promosi sehingga menjadi destinasi wisata bernilai jual tinggi. 

 

“Salah satunya, objek wisata di Kecamatan Gunuang Omeh yang meraih prestasi secara Nasional yaitu Wisata Adat Kampuang Sarugo (Saribu Gonjong),” kata Bupati dalam sambutannya di halaman kantor Camat Gunuang Omeh saat kegiatan peluncuran migrasi layanan 2G ke 4G pada BTS Kototinggi Kecamatan Gunuang Omeh, Kamis (27/12/2022). 

 

Ketua DPRD Limapuluh Kota, Deni Asra mengatakan, bawah sinyal menjadi kebutuhan dasar semua masyarakat untuk menuju Limapuluh Kota merdeka sinyal. 

 

“Kita berharap dengan program Kementerian Kominfo yang telah dijalankan oleh Pemkab Limapuluh Kota dapat meningkatan perekonomian dan memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat,” kata Deni Asra. 

 

Pada kesempatan yang sama, General Manager (GM) PT TELKOM WITEL SUMBAR, Alfi Sumarta mengatakan, bahwa proses pembangunan dilakukan secara bertahap. Tahap berikutnya penguatan sinyal akan dilakukan sehingga bisa diakses sampai ke rumah dan kantor pemerintahan kecamatan di Kabupaten Limapuluh Kota.

 

“Kami memastikan akan menambah jangkauan area sinyal di Kecamatan Gunung Omeh sehingga masyarakat bisa merasakan akses internet secara merata,” kata Alfi. 

 

Di sisi lain, Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN) Nagari Koto Tinggi, Irfan Dt. Rajo Marajo mewakili masyarakat Gunung Omeh mengucapkan terimakasih kepada Bupati dan PT TELKOM WITEL SUMBAR karena telah menghadirkan sinyal 4G sehingga masyarakat dapat berkomunikasi dengan lancar. 

 

“Hal ini berimbas kepada mudahnya anak-anak kita mengikuti pembelajaran secara online,” kata Irfan Dt. Rajo Marajo.