PESAWARAN, metro7.co.id – Menghadapi Pemilihan Kepala Daerah serentak 2020, Badan Saksi Pemilu Nasional (BSPN) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran menggelar pelatihan saksi.

Acara yang dilaksanan di Desa Negeri Sakti ini dihadiri Calon Petahana Dendi Ramadhona selaku calon yang diusung partai PDI Perjuangan.

Dendi juga mengikuti simulasi pemilihan suara di TPS simulasi di desa Negeri Sakti. Mulai dari penyerahan undangan, mengantri dipanggil kebilik suara untuk mencoblos, kemudian memasukan suara ke kotak suara, sampai penetesan tinta sebagai bukti telah menggunakan hak suarannya.

Dendi Ramadhona dalam sambutannya, merasa yakin dengan Kader Partai PDI Perjuangan yang akan memenangkan Dendi dan Marzuki dalam Pilkada Pesawaran 2020.

“Saya meyakini seluruh kader PDI Perjuangan akan tegas lurus dalam mengikuti instruksi DPP PDIP dalam memenangkan Dendi dan Marzuki dalam Pilkada Pesawaran 9 Desember 2020,” nilainya.

Meskipun di dalam hitung kertas menyatakan keunggulan Paslon Nomor Urut 2, Dendi memberikan semangat dan jangan lengah karena pergerakan politik yang bersifat dinamis.

“18 hari menjelang pemilihan ini, kita jangan lengah meskipun hitungan angka dalam kertas menunjukkan keunggulan Dermawan, perlu diingat politik itu sifatnya dinamis,” imbau Dendi.

Ia juga menegaskan pada pencalonannya bukan untuk pribadi dan PDI Perjuangan, tetapi untuk kepentingan Kabupaten Pesawaran.

“Saya tegaskan bahwa pada pencalonan ini bukan untuk keuntungan Pribadi saya maupun kepentingan PDI Perjuangan, tetapi untuk kepentingan yang jauh lebih besar yaitu memajukan Bumi Andan Jejama agar lebih baik dan lebih makmur,” pungkasnya.

Sementara Ketua DPC PDI Perjuangan Endro S. Yaman, menjelaskan maksud dan tujuan mengadakan pelatihan saksi Partai PDI Perjuangan untuk memastikan kemenangan dan mengamankan Calon yang diusung PDIPerjuangan yaitu Dendi dan Marzuki.

“Pelatihan ini gunanya adalah untuk memastikan dan mengamanankan suara Pilkada Serentak dari suara PDI Perjuangan supaya tidak terjadi kecurangan,” kata Endro, Sabtu, (21/11/2020).

Peltihan saksi tersebut, menurut Endro diserahkan masing-masing daerah untuk melaksanakannya. Serta mengikuti aturan Protokol Kesehatan yang membatasi saksi disetiap TPS.

“Kalau untuk Pesawaran pertitik itu adalah 50 orang calon saksi sesuai dengan aturan Protokol Kesehatan, umpamanya di Negeri Sakti ini ada ada 4 titik, jadinya saksinya nanti ada sekitar 200,” jelasnya.

Dalam acara ini, selain dihadiri oleh anggota Fraksi PDI Perjuangan Kabupaten Pesawaran, dan BSPN PDI Perjuangan, turut hadir pula calon saksi PDI Perjuangan yang berjumlah 50 orang.