MAMUJU, metro7.co.id – Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,2 yang mengguncang wilayah Kabupaten Mamuju dan Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar), Jumat (15/1/2021) setidaknya membuat 89.254 warga terdampak dan terpaksa mengungsi di sejumlah tempat.

Tepat 13 hari berlalu, warga yang menjadi korban terus berjuang melanjutkan hidup. Ribuan orang telah mengungsi di beberapa tempat dan tinggal dibawah tenda darurat.

Atas kejadian itu, banyak pihak yang terdorong untuk turun tangan membantu para korban agar bangkit dari keterpurukan.

Rabu (27/1/2021), tim Relawan Sedekah Jumat Sulbar (SJS) bersama Seniman Gila Sulbar menggelar kegiatan trauma healing dilokasih pengungsian korban gempa bumi di stadion Manakarra Kabupaten Mamuju.

Para korban yang terdampak gempa bumi ini, masih mengalami ketakutan dan trauma akibat bencana tersebut, ditambah kondisi cuaca saat ini masih tidak menentu.

Sosok Superhero Transformers dan Spiderman yang biasa ada di film laga ini dihardirkan untuk menghibur anak-anak yang ada dipengungsian.

Kostum Spiderman itu digunakan oleh relawan SJS dan Kostum Robot Transformers digunakan langsung oleh Seniman Gila Sulbar

Sontak, keceriaan mendadak terpancar pada raut wajah anak-anak yang menjadi korban bencana gempa bumi itu.

Melihat Spiderman dan Transformers, membuat anak-anak sejenak melupakan bencana yang terjadi pada 15 Januari lalu itu.

Pasalnya, anak-anak di pengungsian telah menyaksikan langsung bencana alam yang telah meluluhlantakkan kampung dan rumah mereka.

Wajah polos anak-anak itu seakan banyak yang tidak mereka mengerti. Namun, bencana itu tentu akan membekas rasa trauma pada psikis mereka.

Seniman Gila Sulbar, Ali Jenk, berharap kehadiran sosok Transformers dan spiderman dapat mengobati trauma pada anak-anak.

“Saya berharap kehadiran kami ini sedikit bisa memulihkan trauma mereka akibat gempa bumi ini, dan mengembalikan senyum mereka serta memperbaiki psikologis nya,” ujar Ali.

Selain Hiburan dari Sosok Transformers dan Spiderman,trauma healing tersebut juga diisi dengan hiburan, edukasi dan motivasi seperti bernyanyi bersama dan games lomba pasang sarung.

“Semoga kegiatan ini bisa menjadi obat bagi anak-anak dipengungsian dan membawa keceriaan yang bisa melupakan trauma yang mendalam akibat gempa.Dan juga semoga masa tanggap darurat ini bisa berakhir agar bisa segera kembali kerumahnya masing-masing,” kata Ketua Komunitas Sedekah Jumat Sulbar, Tisah Mukarramah.

Selain Relawan dari SJS dan Seniman Gila Sulbar, Yongkes TNI-AD pun turur ikut serta menggelar kegiatan trauma healing ini.